RSS
Image

Menjaga Hati

11 Dec

 hati

“Maaf, saya tak dapat bagi tahu awak, sebab banyak hati yang perlu saya jaga”

“Tak pe, saya tak ambil hati pun”

“Kalau nak cepat naik pangkat, awak kene pandai ambil hati bos”

“Hati-hati dengan dia tu”

“Rasa macam tak nak balik je, saya dah jatuh hati dengan tempat ni”

Ini diantara ayat-ayat yang selalu kita guna dalam kehidupan seharian kita yang berkaitan dengan hati. Menunjukkan betapa hati itu satu benda yang  penting, berharga dan sangat sensitif bagi kita.

Mengikut kamus dewan bahasa dan pustaka hati sinonim dengan batin, jiwa, roh, emosi dan perasaan. Rasullullah s.w.t pernah bersabda “sesungguhnya dalam jasad anak adam adaseketul daging, seandainya ia baik maka baiklah anggota badannya, seandainya ia rosak maka rosaklah anggota badannya, ketahuilah ia adalah hati” (HR:Bukhari & Muslim).

Maaf, saya bukanlah orang bijak pandai untuk mengupas persoalan mengenai hati ini. Cuma sekadar ingin berkongsi pengalaman saya sebagai hamba Allah yang tidak terlepas dari diuji oleh maha kuasa. Saya percaya bukan saya saja yang mengalaminya, malah ramai lagi yang mempunyai pengalaman yang sama dengan saya.

Saya sering kali diuji dengan sikap manusia yang suka mengambil kesempatan atas kelemahan dan kekurangan saya. Mengguna diri saya untuk kepentingan atau kepuasan diri sendiri. Mempermainkan hubungan silaturrahim sesama saudara Islam. Saya sedih dan geram. Serta sakit hati. Dari sakit hati berubah menjadi membenci disulami dengan umpat dan keji. Astagfirullah halazim…hinanya saya ini menghina makhluk ciptaan Allah..maafkan saya. Sesungguhnya saya ini manusia serba daif lagi hina yang tidak terlepas dari membuat kesalahan..

Kenapa saya diuji begini? kenapa perlu saya berjumpa dengan manusia begini? sepatutnya saya tak perlu berjumpa manusia begini…saya rimas..saya marah diri saya sendiri.

jangan-menyakiti-hati-isteri

Sehingga satu  hari saya terbaca satu artikel dari laman sesawang. Menurut artikel itu setiap ujian yang diberi Allah sebenarnya untuk mengajar kita membina kekuatan dan keyakinan dalam hidup kita kerana Allah tidak membebani hambaNya malainkan sesuai dengan kesanggupannya. Bersesuaian dengan firman Allah s.a.w dalam surah Al-Baqarah ayat 286 yang bermaksud “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Saya mencari titik kesatuan. Saya satukan ujian saya dengan ayat ini. Saya terdiam. Subhanallah. Maha suci Allah. Rupanya Allah mengajar saya untuk menjadi seorang yang kuat terutama menghadapi manusia yang mempunyai pelbagai sifat dan perangai. Allah mengajar saya supaya mencari sahabat yang dapat membimbing kita ke jannah. Mencari sahabat yang menenangkan jiwa. Dan yang penting berwaspada dalam pergaulan seharian kita. Supaya tidak mengundang perkara-perkara yang menimbulkan kemurkaan Allah s.w.t. Nauzubillah.

Allhamdulillah, akhirnya saya mengerti kenapa saya sering dijuji begini. Saya redha dan bersyukur diuji begini. Ia membuat saya lebih dekat dan tenang dengan Allah. Dan yang lebih penting lagi hati saya semakin tenang menghadapi ujian yang mendatang. Insyaallah.

hati 7

Setiap perkara yang berlaku pasti ada hikmahnya.

Semoga apa yang saya kongsikan ini sedikit sebanyak mengenai memberi manfaat kepada kita semua.

Wallahhua’llam

H4

(imej: google)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 11, 2013 in Spirituality

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: